Minggu, 08 April 2012

Sangat Kecewa

Sungguh, sungguh tega. Tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Kau sebagai orang tua, tidak pernah kau mendukung apa saja yang ku lakukan apalagi menghargai. Siang tadi, saat aku minta kau antarkan, kau malah menjawab,"Gah men. Lag dirimu melu olahraga, bal-bal.an, badminton, dll, tag ter.ne le. Sing dielog.i malah sing jogat-joget, males aku".("Tidak mau. Kalau dirimu ikut olahraga aku antar. Lha yang diikuti malah yang menari-nari, malas aku"). Haha, sakit, begitu sakit hati ini ya Allah. Akhirnya aku diantar oleh kakakku, walaupun kulihat wajahnya menandakan raut muka terpaksa.

Setelah latihan, aku pulang. Aku sms kakakku untuk menjemput aku. Tapi dia menolak. "Tidak apa-apa", gumam hatiku. Aku masih bisa jalan kaki 30 menit bisa sampai di rumah. Lalu aku putuskan untuk berjalan kaki. Toh aku sudah berkali-kali berjalan kaki dari sekolah ke rumah yang hanya berjarak +3 km.Aku melewati barisan rumah, pemakaman, sawah yang terbentang luas dan langit pun menampakkan kekuatannya. Begitu gelap di langit dan seperti akan terjadi hujan yang deras. Tetapi aku tetap berjalan berharap dan berdoa agar tidak turun hujan sampai aku pulang ke rumah.


Jam 06.00 p.m. aku telah sampai di rumah. Gema adzan masih terdengar walaupun sudah banyak yang sudah selesai shalat. Sebelum aku masuk rumah, aku duduk sebentar untuk meregangkan otot-otot kakiku di depan rumah. Tak lama kemudian datang segerombolan ibu-ibu yang akan pergi ke acara arisan melewatiku. Aku mendengar ibuku yang baru pulang dari mushola berbincang-bincang dengan temannya. Entah yang kudengar salah atau tidak, saat  dia bicara tentang aku,"Ning sekolah tapi dolan".("Pergi ke sekolah tapi bermain"). Astagfirullah, apakah ibuku berkata demikian? Aku harap itu hanya salah dengar. Tidak itu saja. Dia tidak punya rasa khawatir saat itu. "Halah mlaku lag nggarai sehat", katanya. ("Halah jalan kaki kan sehat"). Begitu, begitu kecewa diriku denganmu.






Ya Allah, berikanlah kekuatan dan ketabahan dalam diriku. Sebenarnya aku menyayanginya, tapi jika seperti itu terus aku takut aku akan membencinya. Please, My God ;'(









Tidak ada komentar:

Posting Komentar